Home
Unmul Peringati Harkitnas ke-109
gallery5
share :

Unmul Peringati Harkitnas ke-109

Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar Upacara Bendera Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-109 Tahun 2017 di Halaman GOR 27 September Unmul, Senin (22/05). Rektor Unmul Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si dalam kesempatan tersebut, membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia (RI) di hadapan peserta upacara.

Dalam sambutan tersebut, Menkominfo RI, menyampaikan semangat kebangkitan nasional tidak pernah memudar, namun justru semakin menunjukkan urgensinya bagi kehidupan berbangsa kita hari-hari ini. Padahal semangat itu sudah tercetus setidaknya 109 tahun yang lalu, ditandai dengan berdirinya Boedi Oetomo, namun sampai sekarang tetap sangat ampuh menyatukan dan menyemangati gerak kita sebagai bangsa.

“Betapa tak mudahnya para pendahulu merajut angan keindonesiaan saat itu, ketika infrastruktur, transportasi dan komunikasi masih terbatas, ketika sumber daya insani yang teguh dengan pemikiran keindonesiaan masih dapat dihitung dengan jari, ketika acuan untuk memperkokoh dasar-dasar kesamaan suku bangsa dan adat masih belum mengakar kuat, ketika semuanya itu berada dalam konteks ketakutan akan kekejaman kolonialis yang siaga memberangus setiap pemikiran yang memantik hasrat lepas dari belenggu penjajahan,” kata Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si menyampaikan sambutan Menkominfo.

Lebih lanjut Menkominfo menjelaskan, pada awal tahun 2017 ini, meski angkanya membaik dibanding tahun sebelumnya, koefisien Nisbah Gini atau Gini ratio, yang merupakan ukuran kesenjangan distribusi pendapatan dan kekayaan penduduk, masih sekitar 40 persen. “Untuk itu Bapak Presiden meminta aparat penyelenggara Negara bekerja keras menurunkan indeks kesenjangan tersebut melalui berbagai langkah yang multidimensi,”tambahnya.

Diakhir sambutan, Rektor menyampaikan Pesan dari Menkominfo RI Rudiantara di hadapan Civitas Akademika Unmul, dengan adanya inovasi digital saat ini, mungkin kita dihadapkan pada kejutan-kejutan dan tatacara baru dalam berhimpun dan berkreasi. Sebagian menguatkan, namun tak kalah juga yang mengancam ikatan-ikatan kita dalam berbangsa. Satu hal yang pasti, kita harus tetap berpihak untuk mendahulukan kepentingan bangsa di tengah gempuran lawan-lawan yang bisa jadi makin tak kasat mata. Justru karena itulah maka kita tak boleh meninggalkan orientasi untuk terus mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan sosial.

“Semoga kita semua bisa meniti ombak besar perubahan digital dengan selamat dan sentosa dan berbuah manis bagi orientasi pelayanan kepada masyarakat. Hanya dengan semangat untuk tidak meninggalkan satu orang pun tercecer dalam gerbong pembangunan maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan tetap jaya,”harapnya.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-109. Salam #IndonesiaBangkit! (hms/zul)

Tinggalkan Komentar