Samarinda, 08 September 2025 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman, melalui Program Studi Pendidikan Sejarah, menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya mendaftarkan Prasasti Yupa dari Kerajaan Kutai ke dalam daftar Memory of the World UNESCO. Dukungan ini ditegaskan pada kegiatan sosialisasi yang digelar di Ruang Lecture Theatre, Gedung Prof. Dr. H. Masjaya, M.Si., UNMUL HUB, Senin (8/9).

Pada kesempatan tersebut, Dekan FKIP UNMUL yang diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum, Prof. Dr. H. Muhammad Nurhadi, M.Si., menyampaikan bahwa Prasasti Yupa merupakan warisan sejarah yang harus dijaga bersama.
“Prasasti Yupa bukan hanya simbol sejarah lokal Kalimantan Timur, tetapi juga bukti awal peradaban tulis di Indonesia. Pengakuan UNESCO akan menjadi kebanggaan sekaligus pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga dan mewariskan pengetahuan sejarah kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Prof. Nurhadi juga menegaskan bahwa FKIP UNMUL, khususnya Pendidikan Sejarah, siap berperan aktif dalam riset, pengajaran, dan sosialisasi nilai-nilai budaya agar generasi muda semakin memahami warisan peradaban bangsa.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga, baik nasional maupun internasional, di antaranya:
- Dr. Ninie Susanti (Arkeolog, Universitas Indonesia), membahas “Early State dan Keagamaan dalam Inskripsi Yupa”.
- Sainal, S.Pd., M.Pd. (Sejarawan FKIP UNMUL), menyampaikan materi mengenai signifikansi Yupa dalam konteks sejarah lokal Kutai.
- Prof. Madya Nasha bin Rodziadi Khaw (Pusat Penyelidikan Arkeologi Global, Universiti Sains Malaysia), memaparkan aspek bahasa dan aksara Yupa dalam konteks Asia Tenggara.
- Dr. Andriyati Rahayu (BRIN), mengulas Yupa, Muara Kaman, dan transformasi masyarakat Hindu Nusantara.
Kehadiran dosen FKIP UNMUL sebagai narasumber memperkuat posisi fakultas ini dalam kajian sejarah, khususnya dalam menghubungkan riset akademik dengan pelestarian warisan budaya.
Selain itu, sosialisasi ini juga dihadiri oleh Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dr. Mego Pinandito, M.Eng., serta Staf Ahli Menteri Kebudayaan, Prof. Dr. Ismunandar, yang menekankan pentingnya pelestarian Prasasti Yupa. Dukungan turut datang dari pemerintah daerah melalui BPK Wilayah XIV Kaltim–Kaltara.
Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa dan dosen FKIP UNMUL, khususnya Pendidikan Sejarah, mendapatkan kesempatan untuk lebih mendalami makna penting Prasasti Yupa sebagai bukti literasi dan peradaban awal bangsa Indonesia.
Melalui dukungan penuh terhadap pengajuan Prasasti Yupa ke UNESCO, FKIP UNMUL berkomitmen menjadikan sejarah tidak hanya sebagai catatan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dalam membangun peradaban bangsa di masa depan.
“Keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan ini adalah langkah strategis untuk memastikan nilai sejarah tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Prof. Nurhadi.
Dengan demikian, FKIP UNMUL berharap pengakuan UNESCO terhadap Prasasti Yupa dapat membuka ruang lebih luas bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, memahami, dan menjaga warisan sejarah bangsa Indonesia. (cik)
Humas dan TI FKIP
Universitas Mulawarman