Samarinda, 23 Januari 2025 – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman (UNMUL) sukses menggelar Workshop Penyamaan Persepsi Penilaian Praktik Microteaching pada hari ini. Acara yang berlangsung di Gedung Dekanat FKIP UNMUL Lantai 3 ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Prof. Dr. Lambang Subagiyo, M.Si (Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Mulawarman), Prof. Dr. H. Susilo, S.Pd., M.Pd. (Dekan FKIP UNMUL), dengan narasumber yaitu Dr. Riskan Qadar, M.Si (Kepala Laboratorium Microteaching FKIP UNMUL) dan Dr. Yuni Utami Asih, S.Pd., M.Pd. (Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni). Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan FKIP UNMUL, Ketua Senat, dan para dosen di lingkungan FKIP UNMUL.

Tujuan Utama: Menyamakan Persepsi Penilaian Microteaching
Kegiatan ini digelar dengan tujuan utama menyamakan persepsi dosen terkait penilaian praktik microteaching. Hal ini penting untuk memastikan bahwa penilaian yang diberikan kepada mahasiswa bersifat objektif, konsisten, dan sesuai dengan target capaian lulusan FKIP UNMUL. Microteaching merupakan komponen krusial dalam proses pembentukan calon pendidik, sehingga penilaian yang terstandarisasi sangat diperlukan.



Prof. Dr. Lambang Subagiyo, M.Si selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dalam sambutannya menekankan pentingnya keseragaman persepsi dalam penilaian microteaching. “Workshop ini menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa penilaian microteaching tidak hanya adil, tetapi juga mampu mencerminkan kompetensi yang diharapkan dari lulusan FKIP UNMUL,” ujarnya.



Prof. Dr. H. Susilo, S.Pd., M.Pd. selaku Dekan FKIP UNMUL menyatakan bahwa workshop ini merupakan upaya penting untuk memastikan lulusan FKIP UNMUL memiliki standar yang sama serta berkompeten. “Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan FKIP UNMUL memiliki kualitas yang setara dan siap bersaing di dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan menyamakan persepsi penilaian microteaching, kami yakin lulusan kami akan memiliki kompetensi yang mumpuni dan mampu bersaing dengan lulusan dari universitas lainnya,” tegasnya.

Dekan juga menambahkan bahwa microteaching adalah fondasi bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan mengajar mereka. “Penilaian yang baik dan terstandarisasi akan memastikan mereka siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan,” jelasnya.

Materi dan Pembahasan oleh Narasumber
Sebagai pembicara utama, Dr. Riskan Qadar, M.Si selaku Kepala Laboratorium Microteaching FKIP UNMUL memaparkan aspek teknis penilaian microteaching, mulai dari kriteria penilaian, instrumen yang digunakan, hingga cara memberikan umpan balik yang konstruktif kepada mahasiswa. “Kami ingin memastikan bahwa setiap penilaian tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan perkembangan dan potensi mahasiswa,” ujarnya.



Selain itu, Dr. Yuni Utami Asih, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni juga memberikan wawasan tentang pentingnya integrasi antara teori dan praktik dalam microteaching. “Praktik microteaching harus mampu mencerminkan pemahaman mahasiswa terhadap materi yang diajarkan, serta kemampuan mereka dalam mengelola kelas dan berinteraksi dengan siswa,” tambahnya.



Persiapan Menghadapi Pembelajaran Inklusi
Workshop ini juga menjadi ajang untuk mempersiapkan dosen dalam menghadapi kemungkinan penerapan pembelajaran inklusi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam kurikulum ke depannya. Bu Yuni menyoroti pentingnya kesiapan FKIP UNMUL dalam menghadapi perubahan ini. “Kita perlu mempersiapkan diri sejak dini karena pembelajaran inklusi kemungkinan besar akan menjadi bagian dari kebijakan pendidikan nasional. Pembelajaran ini berpusat pada mahasiswa, di mana mereka memiliki kebebasan untuk memilih jenis tugas yang sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka,” ujarnya.



Dampak dan Harapan ke Depan
Kegiatan ini diikuti oleh dosen, tim penilai, dan perwakilan mahasiswa FKIP UNMUL. Melalui workshop ini, diharapkan tercipta sinergi antara semua pihak untuk membangun sistem penilaian microteaching yang lebih baik. Dengan demikian, lulusan FKIP UNMUL dapat menjadi pendidik yang kompeten dan siap bersaing di era global.

FKIP UNMUL terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang unggul di bidang keguruan dan ilmu pendidikan. Workshop ini menjadi bukti nyata dari upaya tersebut, sekaligus menandai langkah awal dalam mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan penerapan pembelajaran inklusi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Humas dan TI FKIP 
Universitas Mulawarman

berita humasfkipunmul