
Samarinda, 24 Juni 2025 - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman sukses menggelar International Webinar Series 1 pada Selasa, 24 Juni 2025. Kegiatan yang mengangkat tema “Teaching Globally: Pathways for Aspiring International Teaching Career” ini diikuti oleh 371 peserta secara daring dan 61 peserta hadir secara langsung (on-site).
Kegiatan ini menjadi langkah awal FKIP Unmul dalam mendorong internasionalisasi lulusan keguruan, sejalan dengan visi pengembangan daya saing mahasiswa dalam menghadapi tantangan global.
Dekan FKIP Unmul, Prof. Dr. Susilo, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa dunia pendidikan Indonesia masih menghadapi dua persoalan besar, yakni pemerataan dan daya saing. “Ketika salah satu aspek ditekan, maka akan mempengaruhi aspek lainnya. Meningkatkan daya saing merupakan pekerjaan besar, salah satunya melalui internasionalisasi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa masih ada kendala pengakuan terhadap lulusan SMA Indonesia di tingkat global. “Hari ini, lulusan SMA yang ingin melanjutkan ke luar negeri masih membutuhkan masa bridging setahun. Ini menunjukkan bahwa sekolah Indonesia belum sepenuhnya diakui secara internasional, kecuali dalam jumlah kecil yang istimewa,” ujarnya.
Dalam konteks persaingan lulusan, Prof. Susilo menyebut bahwa setiap tahun FKIP Unmul meluluskan sekitar 1.200 mahasiswa, belum termasuk dari perguruan tinggi lainnya. Oleh karena itu, kemampuan individu, komunikasi, dan kompetensi menjadi faktor penting untuk membangun daya saing. Ia juga mengapresiasi kehadiran narasumber, salah satunya alumni FKIP Unmul yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah Indonesia di luar negeri.
Webinar menghadirkan dua narasumber inspiratif, yaitu: Friny Napasti, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Malaysia, dan Fitriyana Borneo, Public Relations Team dan Global Citizenship Teacher di Esa Cipta Harapan School (ECHS) Samarinda.
Pemateri pertama, Friny Napasti dalam paparannya berjudul “Bagaimana Menjadi Guru di Sekolah Luar Negeri: Peluang, Tantangan, dan Inspirasi”, membagikan pengalaman serta peluang menjadi guru di Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN), yang tersebar di lebih dari 13 negara.
Friny yang merupakan Alumni S1 Pendidikan Fisika FKIP Unmul tersebut menjelaskan bahwa menjadi guru di luar negeri bukan hanya tentang profesi, tetapi juga membawa identitas bangsa dalam diplomasi budaya. Selain menjabarkan mekanisme rekrutmen resmi dari Kemendikbudristek dan Atdikbud KBRI Kuala Lumpur, ia juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam program internasional seperti KKN, PPL, dan MBKM di SILN.
Kepala sekolah yang kini tengah menempuh studi doktoral di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut juga menjelaskan tantangan bagaimana menjadi guru di SIKL, seperti bagaimana adaptasi budaya dan sosial, keterbatasan sumber daya pendidikan, serta peran ganda sebagai guru sekaligus duta budaya bagi Indonesia.
Ia turut memperkenalkan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) yang melayani sekitar 650 siswa pendidikan formal dan lebih dari 2.300 siswa pendidikan nonformal. SIKL kini menjadi pusat pendidikan WNI dan model sekolah diaspora di kawasan Asia Tenggara.
Sementara itu, pemateri kedua, Fitriyana memperkenalkan sekolah tempat ia mengabdi yang telah menerapkan kurikulum internasional bekerja sama dengan Pearson EdExcel. Fitriyana menyampaikan pentingnya peran guru dalam membentuk warga dunia (global citizenship) melalui pendidikan yang berbasis nilai-nilai universal dan toleransi.
Peserta terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan, baik peserta yang mengikuti secara langsung di lokasi maupun melalui daring. Hal ini terlihat baik pada sesi pemaparan materi maupun pada sesi diskusi bersama para narasumber.
Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Unmul, Prof. Dr. H. Azainil, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif para dosen muda FKIP yang merupakan PNS tahun 2025. Ia berharap webinar ini dapat menjadi rujukan dan dilanjutkan dalam periode-periode berikutnya.
Webinar ini menandai babak baru internasionalisasi FKIP Unmul dan diharapkan dapat menjadi katalisator bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri dalam merintis karier pendidikan bertaraf internasional.
Penulis : Ady Setiawan
Humas dan TI FKIP
Universitas Mulawarman