Samarinda, 20 Oktober 2025 – Dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan kesesuaian kurikulum dengan standar Outcome-Based Education (OBE), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman melalui Program Studi S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menyelenggarakan Workshop Penyusunan RPS Berbasis OBE pada Senin (20/10).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Microteaching 1 FKIP Unmul ini diikuti oleh 35 dosen dari Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Hadir sebagai narasumber, Prof. Dr. Aceng Hasani, M.Pd., Guru Besar Pendidikan Bahasa Indonesia dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA).



Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. H. Azainil, M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Universitas Mulawarman, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat implementasi OBE di lingkungan FKIP.

Dalam sesi pemaparan, Prof. Aceng Hasani menjelaskan secara komprehensif prinsip dan penerapan OBE dalam konteks pendidikan bahasa. Ia menekankan bahwa penyusunan RPS berbasis OBE bukan hanya menekankan pada isi atau proses pembelajaran, tetapi berfokus pada hasil akhir (outcomes) yang dapat diukur melalui capaian kemampuan mahasiswa.

Beberapa poin penting yang disampaikan narasumber antara lain:
  • Perlunya sinkronisasi visi keilmuan program studi dengan visi fakultas dan universitas.
  • Kolaborasi antara pemangku kebijakan, seperti dekan, ketua jurusan, kaprodi, serta pihak eksternal seperti pemerintah daerah dan dunia industri dalam penyusunan RPS.
  • Penilaian kompetensi mahasiswa harus berbasis bukti nyata melalui karya ilmiah, publikasi, maupun keterlibatan dalam kegiatan masyarakat.
  • RPS berbasis OBE harus memuat indikator capaian yang spesifik, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Prof. Aceng juga menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan menulis mahasiswa yang dapat diukur melalui publikasi di media lokal, nasional, maupun internasional, serta integrasi pembelajaran sastra di lingkungan masyarakat melalui kegiatan sanggar.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi workshop penyusunan RPS berbasis OBE. Para peserta secara aktif menyusun rancangan RPS untuk mata kuliah masing-masing dengan pendampingan langsung dari narasumber.

Dalam sesi tanya jawab, sejumlah dosen seperti Kukuh Elyana, M.Pd. dan Masrur Yahya, M.Hum. mengajukan pertanyaan terkait perbedaan mendasar antara RPS tradisional dan berbasis OBE, serta cara menyusun indikator capaian pembelajaran yang konkret.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Aceng menjelaskan bahwa:
“RPS berbasis OBE harus fokus pada hasil belajar mahasiswa yang dapat diukur. Evaluasi pembelajaran tidak hanya berupa ujian tertulis, tetapi bisa melalui proyek, presentasi, maupun portofolio yang mencerminkan kompetensi riil mahasiswa.”

Melalui kegiatan ini, peserta berhasil memahami konsep dasar dan praktik penyusunan RPS berbasis OBE. Mereka juga menghasilkan draft RPS yang sesuai dengan standar kurikulum nasional dan kebutuhan program studi. Selain itu, terjalin kolaborasi positif antar dosen dalam mengembangkan RPS yang lebih inovatif dan berorientasi pada capaian pembelajaran.

Workshop ini ditutup pada pukul 14.00 WITA dengan harapan seluruh peserta dapat segera mengimplementasikan hasil penyusunan RPS di kelas masing-masing. (cik)


Humas dan TI FKIP 
Universitas Mulawarman

berita humasfkip