Samarinda, 10 September 2025 - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman melalui Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Kimia sukses menyelenggarakan Workshop Internasional bagi dosen, mahasiswa, dan guru dengan tema “Strengthening Teacher Competence through FabLab, Micro-Kit, TPACK, Multiple Intelligences, and STEM Education.”
Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, Gedung 4 Lantai 2 Ruang 4A2, serta diikuti oleh peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, dan guru. Workshop terselenggara berkat kolaborasi tiga universitas, yakni FKIP Universitas Mulawaeman, FMIPA Universitas Negeri Semarang (UNNES), dan Sogang University Korea Selatan melalui program Leading University Project for International Cooperation (LUPIC).
Dalam kegiatan ini, dilaksanakan pula penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FKIP UNMUL, UNNES, dan Sogang University Korea Selatan yang menandai langkah nyata pembentukan jejaring akademik internasional. MoA ini membuka peluang bagi pengembangan kurikulum penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, publikasi bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga pengajaran kolaboratif lintas negara.
Selain itu, diperkenalkan pula program LUPIC (Leading University Project for International Cooperation) yang memberikan dukungan dalam bentuk perangkat teknologi pendidikan berupa 3D Printer dan 3D Pen. Perangkat ini akan dimanfaatkan oleh Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Unmul untuk pengembangan media pembelajaran inovatif, khususnya dalam memvisualisasikan konsep molekul dan struktur kimia yang abstrak. Perangkat teknologi pendidikan ini nantinya juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi mini Fablab di FKIP UNMUL yang dapat digunakan secara terbuka tidak saja oleh dosen dan mahasiswa di lingkungan UNMUL, tetapi juga oleh guru-guru MGMP kimia yang di Kalimantan Timur untuk mengembangkan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif.
Workshop menghadirkan narasumber dari Program Studi Pendidikan Kimia UNNES, yaitu Prof. Dr. Sri Haryani, M.Si, Prof. Dr. Sri Wardani, M.Si, Dr. Agung Tri Prasetya, M.Si, Dr. Cepi Kurniawan, Ph.D, Dr. Dimas Gilang Ramadhani, M.Pd, Siti Herlina Dewi, M.Pd, dan Ibrahim Wicaksono, serta narasumber dari Program Studi Pendidikan Kimia UNMUL, yaitu Dr. Pintaka Kusumaningtyas, M.Si.
Sementara itu, dari Sogang University Korea turut hadir secara daring Prof. Won Koo Lee (LUPIC Coordinator). Materi yang disampaikan mencakup tren inovasi pendidikan kimia, praktik eksperimen skala mikro, pembelajaran kontekstual berbasis sumber daya lokal, multiple intelligences dalam pembelajaran, hingga integrasi teknologi berbasis FabLab seperti 3D printing untuk mendukung pengajaran STEM.
Hari Pertama tanggal 09 September 2025 pembukaan, perkenalan LUPIC, penyerahan 3D Printer, seminar tren pendidikan kimia, praktik kimia skala mikro, serta STEM Challenge yang melibatkan guru dan mahasiswa dan Hari Kedua 10 September 2025, workshop pengembangan perangkat ajar berdiferensiasi, praktik penggunaan 3D Pen dalam pembelajaran kimia, serta perancangan model molekul untuk 3D printing.
Kolaborasi tiga universitas ini menghasilkan kerja sama formal untuk pengembangan bahan ajar dan pelatihan guru, peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran kimia skala mikro, perancangan pembelajaran kontekstual, dan pemanfaatan teknologi. Prototype media pembelajaran berbasis 3D printing yang siap digunakan di kelas dan rencana tindak lanjut berupa uji coba di sekolah mitra, lokakarya refleksi guru, dan diseminasi melalui MGMP Kimia di Samarinda dan sekitarnya.
Melalui workshop ini, FKIP Universitas Mulawarman tidak hanya memperluas jejaring akademik internasional, tetapi juga menghadirkan inovasi nyata yang dapat dimanfaatkan langsung oleh guru, mahasiswa, dan masyarakat. Dengan adanya dukungan teknologi dari program LUPIC, diharapkan pendidikan kimia di Samarinda semakin berkembang menuju pembelajaran yang interaktif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman. (cik)
Humas dan TI FKIP
Universitas Mulawarman