Samarinda, 22 Januari 2025 - Pemerintah Kota Samarinda melalui Tim Walikota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) melakukan kunjungan ke Kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman di Jalan Banggeris untuk meninjau langsung kondisi banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari surat permohonan penanganan banjir yang dilayangkan oleh Dekan FKIP Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Susilo, M.Pd, kepada Walikota Samarinda pada 17 Januari 2025.

Dalam surat tersebut, pihak FKIP mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi pada tanggal 4 dan 11 November 2024 serta 16 Desember 2024 telah menyebabkan kerusakan fasilitas kampus, terganggunya aktivitas perkuliahan, dan kerugian baik materiil maupun non-materiil. Salah satu penyebab utama banjir adalah aliran air dari perumahan pemerintah provinsi yang tidak memiliki sistem drainase memadai.


Hadir dalam kunjungan ini, Ketua TWAP Syaparuddin, S.Sos, bersama Tim dari Badan Lingkungan Hidup Kota Samarinda dan perwakilan Kelurahan setempat. Dari pihak FKIP Universitas Mulawarman, kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FKIP, Prof. Dr. Susilo, M.Pd, Ketua Senat FKIP Dr. Sudarman, S.Pd, M.Pd, Ketua dan Wakil Jurusan IPS, serta para dosen FKIP.



Kunjungan dimulai dengan pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Microteaching Banggeris, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi-lokasi terdampak banjir, termasuk daerah Sei Manggis dan PDAM. Dari hasil tinjauan ini, beberapa solusi telah dirumuskan untuk penanganan masalah banjir di Kampus FKIP Banggeris:
  1. Solusi Jangka Pendek: Pembersihan sampah dan pengerukan rutin pada drainase di sekitar kampus.
  2. Solusi Jangka Panjang: Rekayasa drainase modern yang mencakup segmen perumahan, FKIP, hingga permukiman di Jalan Cendana.
  3. Pemanfaatan Infrastruktur PDAM: Memastikan kolam pengendapan PDAM berfungsi dengan optimal.



Selain itu, solusi komprehensif yang dirancang mencakup perbaikan saluran air mulai dari parit hingga sungai dekat Pertamina sebagai penampung akhir arus air. Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen untuk melakukan perbaikan saluran air hingga ke depan Pertamina di Jalan Cendana.

Sebagai bentuk kontribusi aktif, civitas akademika FKIP Universitas Mulawarman juga akan melaksanakan kerja bakti atau gotong royong pada awal Februari 2025. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, dosen, serta instansi terkait untuk membersihkan dan memperbaiki sistem drainase di lingkungan kampus.

Dengan adanya koordinasi dan upaya bersama ini, diharapkan masalah banjir yang selama ini mengganggu aktivitas di Kampus FKIP Universitas Mulawarman dapat segera teratasi. Dukungan dan sinergi antara pemerintah, pihak kampus, serta masyarakat sekitar menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan kampus yang nyaman dan kondusif untuk kegiatan akademik. 
(cik)


Humas dan TI FKIP 
Universitas Mulawarman

berita humasfkipunmul