Mengawali kegiatan forum resmi akademik di tahun 2024, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar orasi ilmiah guru besar yang dilaksanakan pada hari Rabu, 10 Januari 2023, pukul 09.30-10.45 Wita di Ruang Serba Guna Gedung Dekanat FKIP Unmul. Orasi ilmiah ini disampaikan oleh Prof. Dr. H. Usman, S.Si., M.Si. yang baru saja memperoleh jabatan fungsional tertingginya di bidang Biokimia. Acara Orasi ilmiah ini dihadiri oleh Wakil Rektor Unmul Bidang Akademik, Prof. Dr. H. Lambang Subagiyo, M.Si., Wakil Rektor Unmul Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. H. Moh. Bahzar, M.Si, Dekan dan wakil dekan, ketua senat, para guru besar, dosen dan tenaga kependidikan serta mahasiswa FKIP Unmul. Hadir pula guru besar dan dosen dari fakultas lain yang ada di Unmul. Tidak kurang dari 109 peserta menghadiri orasi ilmiah ini.

 

Dalam sambutannya Dekan FKIP Unmul, Prof. Dr. Susilo, M.Pd. mengucapkan selamat atas raihaan guru besar yang diperoleh Prof. Dr. H. Usman, S.Si., M.Si. dan berharap dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan FKIP Unmul yang tangguh dan berintegritas. Kegiatan orasi ilmiah ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Lambang Subagiyo, M.Si. Dalam sambutanya, Wakil Rektor Bidang Akademik berharap peningkatan kuantitas Profesor di ini mampu meningkatkan integritas indikator kinerja utama (IKU) Unmul, “FKIP harus mampu meningkatkan integritas dan IKU Universitas Mulawarman” ucapnya.

 

Mengawali orasi ilmiahnya, Prof. Dr. H. Usman, S.Si., M.Si. mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantunya hingga memperoleh jabatan fungsional tertingginya. Pada orasi ini, beliau menyampaikan Potensi Bioaktivitas Hutan Mangrove Kalimantan Timur yang merupakan hasil dari rangkuman penelitian dan publikasinya selama ini.

 



Prof. Usman dalam paparannya menyampaikan bahwa, sebagai vegetasi hutan mangrove terbesar di dunia, hutan mangrove Indonesia memberikan sumbangsih besar sebagai sumber keanekaragaman senyawa kimia (chemodiversity). Hutan mangrove di Indonesia tersebar disluruh vegetasi pantai dan pesisir wilayah Indonesia terutama di pulau Kalimantan, Irian Jaya dan Sumatera. Di Provinsi Kalimantan Timur, hutan mangrove banyak dijumpai di sekitaran delta mahakam, Pantai Sambera, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutainegara yang mana daerah ini merupakan daerah pengambilan sampel yang dilakukannya ketika melakukan riset-riset tentang mangrove. Didaerah ini ditemukan berbagai macam species Mangrove seperti

Avicenna Sp, Rhizophora Sp, Sonneratia Sp, Bruguiera Sp, Ceriops Sp, dan Nypa fruticans.

 

Prof. Usman jug amenyampaikan tentang potensi bagian dari tanaman mangrove sebagai obat tradisional. Secara detail Prof. Usman menyampaikan tentanag kandungan senyawa metabolit sekunder yang berasal dari tanaman mangrove beserta dengan bioaktivitasnya. Berdasarkan asil penelitian yang dijelaskan yang dilakukan Prof. Usman dan koleganya, tumbuhan mangrove seperti Avicennia marina, Rhizophora mucronata, Rhizophora Stylosa, Sonneratia caseolaris yang berasal dari beberapa daera di Kalimantan Timur yaitu pantai Sambera, Muara Badak, dan Bontang berpotensi dikembangkan sebagai sumber bahan obat karena memiliki bioktivitas sebagai antibakteri, antijamur, antidiabetes, antimalaria, antikanker serviks antioksidan, dan bersifat toksik terhadap artemia salina. Hal tersebut didukung oleh kandungan senyawa metabolit sekunder yang ditemukan seperti senyawa golongan alkaloid, falvonoid, fenolik, steroid, triterpenoid, saponin dan tanin.

 

Berdasarkan orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Usman, hutan mangrove Indonesia memiliki berbagai jenis senyawa kimia aktif yang yang sangat bermanfaat bagi manusia masih diperlukan eksplorasi dan dikajian lebih lanjut tentang bioaktivitasnya agar pemanfaatan tanaman mangrove dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan obat alami dan juga sebagai bahan baku obat sintetik.

 

Hasil-hasil penelitian yang disampaikan Prof. Usman telah dipublikasikan kegiatan-kegiatan ilmiah seperti simposium, seminar dan konfrensi baik tingkat nasional mapun internasional. Hasil penelitian beliau juga telah dipublikasikan pada jurnal-jurnal nasional dan internasional bereputasi. Tidak hanya itu hasi penelitian beliau terkait mangrove juga telah dipatenkan atau mendapatkan hak cipta/HKI (hak kekayaan intelektual).  (cik)

berita humasfkipunmul