Samarinda, 19 November 2025 - Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Mulawarman menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk “Ciptakan Kampus Aman: Lawan Bullying dan Kekerasan Seksual”, sebuah upaya konkret untuk memperkuat budaya kepedulian dan pencegahan kekerasan di lingkungan kampus. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta perwakilan organisasi mahasiswa (Ormawa) yang secara aktif terlibat dalam diskusi dan penyampaian komitmen bersama.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FKIP Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Azainil, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang aman bagi seluruh warga tanpa terkecuali. Menurutnya, peningkatan kasus perundungan dan kekerasan seksual di berbagai wilayah menjadi alarm bagi seluruh institusi pendidikan untuk memperkuat sistem pencegahan serta meningkatkan literasi terkait isu tersebut. “Lingkungan pendidikan harus bebas dari rasa takut. Edukasi dan kepedulian adalah langkah awal untuk menciptakan kampus aman,” tegasnya.

 

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama yaitu Bapak Triandi Bimankalid, M.H yang memaparkan perspektif hukum terkait pencegahan dan penanganan bullying serta kekerasan seksual. serta menekankan pentingnya pemahaman regulasi dan keberanian melapor agar kasus tidak terus berulang. Sementara itu, Ibu Mei Vita Romadon Ningrum, M.Pd, mengulas dari sisi pendidikan dan psikososial, menyoroti pentingnya empati, penguatan karakter, serta peran mahasiswa dalam menciptakan budaya saling menghargai.

Sesi diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengajukan pertanyaan dan membagikan pengalaman terkait isu yang kerap terjadi namun sering tidak terlaporkan. Para narasumber menekankan bahwa perubahan budaya harus dimulai dari kesadaran individu dan komunitas kampus.

Sebagai puncak acara, seluruh peserta bersama Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Mulawarman melakukan Deklarasi Anti Bullying dan Kekerasan Seksual. Deklarasi ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas akademika semakin memahami pentingnya pencegahan kekerasan serta mampu menjadi agen perubahan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan kampus.


Editor
Pendidikan Geografi

Humas dan TI FKIP (cik)
Universitas Mulawarman

berita humasfkip