Samarinda (03/05), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman melakukan kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam upaya pengembangan modul muatan lokal Bahasa Kutai. Kolaborasi ini melibatkan penelitian mendalam yang dilakukan bersama SEAMEO QITEP in Language dan FKIP Universitas Mulawarman, dengan tajuk “Konstruksi Identitas Kewarganegaraan Global Melalui Pengembangan Modul Suplemen Berorientasi GCED dan Linguistik Lanskap untuk Mulok Bahasa Melayu Kutai di IKN.”



Penelitian yang dipimpin oleh Erlinda Rosita, S.Pd., M.Pd. dari BRIN, dilaksanakan pada 26 April – 8 Mei 2024. Penelitian ini berfokus pada pengumpulan data mengenai aspek linguistik lanskap di beberapa SMP di Kutai Kartanegara, termasuk SMP Tenggarong, SMP Loa Kulu, dan SMP Loa Janan. Tim peneliti terdiri dari para ahli dari BRIN seperti Riani, S.Pd., M.A., Dian Susilastri, S.S., M.Hum., Hestiyana, S.Pd., M.Pd., serta Susi Fauziah, M.Hum. dari SEAMEO QITEP in Language, dan Kukuh Elyana, S.Pd., M.Pd. dari FKIP Unmul.
Ketua Tim Peneliti Bahasa Daerah BRIN Erlinda Rosita, M.Pd., mengharap kegiatan ini memberi pengetahuan dan pemahaman kepada perwakilan sekolah di Kukar  tentang persiapan penerapan mulok Bahasa Daerah Melayu Kutai, “Bahasa Daerah Melayu Kutai harus dilestarikan seiring dengan keberadaan IKN. Jangan sampai bahasa dan budaya daerah di Kaltim tergerus oleh bahasa dan budaya lain yang datang,”.



Kegiatan workshop yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan pemateri dari berbagai instansi terkait. Pada hari pertama, Drs. H. Joko Sampurno, M.Si. dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara membahas tentang Kebijakan Muatan Lokal Bahasa Daerah Pada Sekolah Menengah Pertama di Kutai Kartanegara. Sementara itu, Ali Kusno, M.Pd. dari Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur membahas tentang Linguistik Lanskap Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Daerah dalam Rangka Pendidikan Kewarganegaraan Global Pada Lingkungan Sekolah Menengah Pertama.
Data yang dikumpulkan menjadi bahan utama dalam Diskusi Kelompok Terpumpun atau Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan perwakilan guru SMP se-Kutai Kartanegara. Diskusi ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai identitas lokal masyarakat dengan unsur-unsur yang terkandung dalam Global Citizenship Education (GCED).
Pada hari kedua, Dr. Syaiful Arifin, M.Hum. dari Program Studi S1 dan S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Mulawarman menjadi pemateri utama. Dr. Syaiful Arifin menyampaikan materi tentang Urgensi Pembelajaran Bahasa Melayu Kutai sebagai Pembentukan Identitas Kewarganegaraan. Berdasarkan hasil diskusi, disarankan agar pemerintah daerah melalui dinas pendidikan menetapkan bahasa mayoritas pada daerah tertentu agar pelaksanaan muatan lokal bahasa daerah bisa lebih efektif. Selain itu, penting bagi guru yang mengajar bahasa daerah untuk memiliki kebanggaan dan kemampuan dalam menggunakan bahasa tersebut, baik sebagai penutur utama maupun bukan.



FKIP Universitas Mulawarman berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam pengembangan modul bahasa daerah. Pelibatan para pakar dalam penyusunan modul ini adalah kunci untuk memastikan bahwa modul yang dihasilkan sesuai dengan tujuan pendidikan dan dapat diterapkan dengan baik di lapangan. Melalui kolaborasi ini, FKIP Unmul berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian dan pengembangan Bahasa Kutai, sekaligus memperkuat identitas kewarganegaraan global di kalangan siswa. (cik)



Penulis : Cicik Suci Alami
Layout : Rosalina
Tim Humas dan IT FKIP

berita humasfkipunmul