Samarinda, 30 Oktober 2025 — Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, menyelenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Peran Penting Penegakan Regulasi Kebencanaan dalam Pengurangan Risiko Bencana Hidrometeorologi di Kota Samarinda”. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dekanat FKIP Universitas Mulawarman pada Kamis (30/10/2025).

Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Ir. Mashul Akbar, M.Si, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Samarinda. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat implementasi kebijakan serta penegakan regulasi kebencanaan.

“Penegakan regulasi bukan sekadar dokumen hukum, tetapi wujud nyata komitmen untuk melindungi masyarakat dari ancaman bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim,” ujar Mashul Akbar dalam sambutannya.

Kuliah umum ini menghadirkan Bapak Dr. Thomas Robert Hutauruk, S.P., M.Si sebagai narasumber utama. Beliau memaparkan tentang dinamika kebijakan kebencanaan, peran pemerintah daerah, serta langkah strategis dalam pengurangan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah perkotaan seperti Samarinda. Acara ini dipandu oleh Ir. Hamzah, S.T., M.T., yang bertindak sebagai moderator sekaligus fasilitator diskusi.

 

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Geografi yang antusias mengikuti jalannya kuliah umum. Para peserta aktif berdiskusi mengenai penerapan regulasi kebencanaan, tantangan lapangan, serta peran calon pendidik geografi dalam meningkatkan literasi kebencanaan di sekolah maupun masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih komprehensif tentang pentingnya penegakan regulasi dalam mitigasi dan adaptasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, yang kerap melanda Kota Samarinda.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berkontribusi dalam upaya nyata pengurangan risiko bencana,” ungkap salah satu dosen Pendidikan Geografi dalam sesi penutupan.

Kegiatan kuliah umum ini menjadi bukti komitmen Program Studi Pendidikan Geografi FKIP Universitas Mulawarman untuk terus berperan aktif dalam pendidikan kebencanaan serta mendukung terciptanya Masyarakat, khususnya Universitas Mulawarman yang tangguh terhadap bencana.  (Geo’25)



Humas dan TI FKIP (cik)
Universitas Mulawarman

agenda humasfkip