Samarinda – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Mulawarman menjadi tempat pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Proyek Penelitian STEMTrails bertajuk “Code, Count, Connect: Enhancing Inclusive Numeracy through AI- and Coding-integrated STEM Trails in Indonesia”, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WITA di Ruang Rapat Lantai 3 Dekanat FKIP Universitas Mulawarman tersebut mempertemukan tim peneliti, pimpinan fakultas, pengelola program studi, praktisi pendidikan, serta guru sekolah mitra dalam membahas pengembangan dan implementasi penelitian STEMTrails di Samarinda.

Proyek Code, Count, Connect merupakan penelitian pendidikan yang didukung melalui KONEKSI Australia dan dilaksanakan di tiga wilayah Indonesia, yakni Semarang, Jawa Tengah; Samarinda, Kalimantan Timur; dan Ambon, Maluku. Penelitian ini berfokus pada penguatan kemampuan numerasi melalui pembelajaran STEM dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), coding, serta konteks lokal dalam pengalaman belajar peserta didik. KONEKSI sendiri merupakan program kemitraan pengetahuan Indonesia–Australia yang mendukung riset kolaboratif untuk menghasilkan solusi berbasis pengetahuan dan inovasi.

FGD di FKIP Universitas Mulawarman dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP, Prof. Dr. H. Azainil, M.Si.; Wakil Dekan Bidang Umum, SDM, dan Keuangan, Prof. Dr. H. Mukhamad Nurhadi, M.Si.; serta Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Bibit Suhatmady, M.Pd. Dalam kegiatan tersebut, Dr. Bibit Suhatmady hadir mewakili Dekan FKIP Universitas Mulawarman, Prof. Dr. H. Susilo, M.Pd., yang berhalangan hadir.

Turut hadir Dr. rer. nat. Adi Nur Cahyono, M.Pd., selaku Ketua Penelitian STEMTrails; Prof. Dr. Sri Adi Widodo, M.Pd., Ketua Indonesian Mathematics Educators Society (I-MES); Ahmad Syukur, M.Pd., Ketua Komite Penggerak Numerasi Indonesia (KPNI); serta Dr. sc. ed. Safrudiannur, M.Pd., Penanggung Jawab STEMTrails Samarinda.

Kegiatan juga melibatkan Ketua Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Universitas Mulawarman Dr. Abdul Hakim, M.Pd., jajaran koordinator program studi di lingkungan Jurusan Pendidikan MIPA, dosen Program Studi S1 Pendidikan Matematika, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Samarinda, serta guru dari SD Katolik Santo Fransiskus Asisi Samarinda dan SDN 027 Samarinda Ulu.

Dalam forum tersebut, pembahasan diarahkan pada penguatan pelaksanaan penelitian di Samarinda sekaligus penyelarasan peran perguruan tinggi, sekolah, komunitas pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya. Integrasi AI dan coding dalam pendekatan STEMTrails diharapkan tidak hanya memperkenalkan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga membantu peserta didik memahami konsep numerasi melalui persoalan dan objek yang dekat dengan kehidupan serta lingkungan mereka.

Konsep STEMTrails sendiri mengembangkan pembelajaran STEM melalui aktivitas eksplorasi terhadap objek dan situasi nyata. Dengan pendekatan tersebut, peserta didik didorong untuk menghubungkan konsep matematika dan STEM dengan lingkungan, budaya, maupun persoalan keseharian sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian STEMTrails sebelumnya juga telah dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi digital dan konteks budaya Indonesia dalam peningkatan literasi matematika.

Selain implementasi penelitian, proyek ini diarahkan untuk memperkuat diseminasi dan pemanfaatan hasil riset. Hal tersebut antara lain dilakukan melalui pengembangan STEM Trails Center, penyusunan policy brief, pelaksanaan forum bersama pemangku kepentingan, serta penyusunan roadmap pengembangan STEMTrails. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat penelitian agar tidak berhenti pada kegiatan akademik, tetapi juga dapat menjadi masukan dalam pengembangan pembelajaran maupun kebijakan pendidikan.

Keterlibatan sekolah dan guru dalam FGD menjadi bagian penting dalam memastikan pendekatan yang dikembangkan dapat diterapkan sesuai kondisi pembelajaran di lapangan. Kolaborasi dengan sekolah mitra juga membuka ruang untuk mengembangkan aktivitas numerasi yang relevan dengan karakteristik peserta didik serta potensi lokal Kalimantan Timur.

Melalui keterlibatan dalam proyek penelitian ini, FKIP Universitas Mulawarman terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan inovasi pendidikan berbasis riset dan teknologi. Kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, organisasi profesi, pemerintah, serta mitra nasional dan internasional diharapkan dapat menghasilkan model pembelajaran numerasi yang semakin inklusif, kontekstual, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

Secara nasional, proyek ini merupakan bagian dari kolaborasi yang melibatkan Universitas Negeri Semarang, Australian Catholic University, Universitas Mulawarman, Universitas Pattimura, I-MES, dan KPNI. Implementasi penelitian dirancang berlangsung di Semarang, Samarinda, dan Ambon sebagai bagian dari pengembangan pembelajaran numerasi inklusif berbasis AI dan coding.



Humas dan TI FKIP (cik)
Universitas Mulawarman

berita humasfkip_cik